Konsep Dasar Hubungan Internasional

Published June 23, 2012 by watimaulana

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.   LATAR BELAKANG

      Adanya hubungan antar bangsa sudah lama terjadi dan hubungan tersebut berlangsung dalam suatu masyarakat yang disebut dengan masyarakat antar bangsa. Hubungan yang semula dalam bentuk primitif kemudian berkembang ke dalam bentuk yang lebih modern. Hubungan tersebut terjadi karena pada dasarnya manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri dan membutuhkan orang lain.

Begitu juga dengan sebuah negara, negara adalah suatu daerah atau wilayah yang ada di permukaan bumi dimana terdapat pemerintahan yang mengatur ekonomi, politik, sosial, budaya, pertahanan keamanan, dan lain sebagainya. Di dalam suatu negara minimal terdapat unsur-unsur negara seperti rakyat, wilayah, pemerintah yang berdaulat serta pengakuan dari negara lain.

Untuk memenuhi semua kebutuhan suatu negara tidak mungkin dapat dilakukan dengan sendirinya maka dari itu negara tersebut membutuhkan negara lainnya sehingga tercipta suatu hubungan internasional.

 

B.   Rumusan Masalah

      Pada pembahasan makalah hubungan internasional ini, penulis mencoba membahasan beberapa pokok permasalahan seputar hubungan internasional, diantaranya sebagai berikut:

      1.   Bagaimana pengertian peran!

2.   Bagaimana peranan actor-aktor dalam hubungan internasional!

3.   Bagaimana peranan komunikasi dalam menata hubungan internasional!

4.   Bagaimana pengertian pengaruh!

5.   Bagaimana pengaruh hubungan internasional didunia dengan Indonesia!

6.   Bagaimana pengertian kerjasama!

7.   Bagaimana Pengertian kerja sama antarnegara!

8.   Faktor-Faktor apa penyebab kerja sama antarnegara?

9.   Bagaimana bentuk-bentuk kerja sama internasional!

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

A.   Pengertian Peran

Peranan berasal dari kata peran, berarti sesuatu yang menjadi bagian atau memegang pimpinan yang terutama. Peranan menurut Levinson sebagaimana dikutip oleh Soejono Soekamto, sebagai berikut:

Peranan adalah suatu konsep prihal apa yang dapat dilakukan individu yang penting bagi struktur sosial masyarakat, peranan meliputi norma-norma yang dikembangkan  dengan  posisi  atau  tempat  seseorang  dalam  masyarakat, peranan  dalam  arti  ini  merupakan  rangkaian  peraturan-peraturan  yang membimbing seseorang dalam kehidupan kemasyarakatanî.

Menurut  Biddle  dan  Thomas,  peran  adalah  serangkaian  rumusan  yang membatasi  perilaku-perilaku  yang  diharapkan  dari  pemegang  kedudukan  tertentu. Misalnya  dalam  keluarga,  perilaku  ibu  dalam  keluarga  diharapkan  bisa  memberi anjuran,  memberi  penilaian,  memberi  sangsi  dan  lain-lain.

B.   Peranan Aktor-Aktor Hubungan Internasional

Hubungan internasional adalah hubungan antar aktor lintas negara. Secara umum, aktor tersebut dibagi menjadi dua, yaitu negara dan non-negara. Negara adalah suatu badan/organisasi  yang dikendalikan oleh pemerintah dan di dalamnya dihuni penduduk(Goldstein,2005:10).  Negara adalah suatu alat untuk mensejahterakan penduduk. Tiga unsur yang menentukan eksistensi suatu negara: Lembaga, batas dan kemampuan membuat aturan (Minixdan Hawley,1998:77).Ketiadaan tiga unsur tersebut mengakibatkan sulitnya negara berhubungan dengan negara lain. Lembaga yang dimaksud disini adalah pemerintahan yang sah, kemudian batas adalah wilayah dan kemampuan membuat aturan dalam batas  tertentu. Tetapi, agar bisa disebut negara, negara harus memenuhi berbagai syarat, diantaranya memiliki wilayah, memiliki rakyat, pemerintahan yang berdaulat,dan yang paling penting pengakuan dari negara lain.

Aktor negara mencakup pemimpin individual maupun organisasi  birokrasi  (seperti kementerian luar negeri) yang bertindak atas nama negara(Goldstein,2005:10). Peranan negara dalam hubungan internasional adalah menetapkan kebijakan luar negeri. Kebijakan luar negeri sendiri merupakan perpanjangan dari kebijakan dalam negeri. Kebijakan luar negeri inilah yang dijadikan pedoman negara untuk melakukan hubungan dengan negara lain. Biasanya, kebijakan luar negeri tergantung kepada kepentingan dan kekuatan suatu negara dalam dunia internasional. Sebagai tambahan, partisipasi suatu negara  dalam urusan internasional sebagai perwakilan dan penjamin rakyat(Minixdan Hawley,1998:77).

Negara boleh jadi aktor yang paling penting dalam  hubungan internasional, tetapi mereka sangat tergantung, terbatasi dan dipengaruhi oleh aktor bukan negara(Goldstein,2005:12).  Terdapat banyak aktor non-negara, diantaranya ada individu-individu, organisasi antar-negara (antar-pemerintah), organisasi internasional non-pemerintah, gerakan keagamaan, perusahaan multinasional, etno-nasionalisme, organisasi teroris dan sebagainya. Peranan mereka sangat penting bagi hubungan internasional suatu negara.

Organisasi antar-pemerintah, misalnya Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB),  berperan penting dalam hubungan internasional.  Kedudukannya diatas negara-negara anggotanya. Melalui organisasi antarpemerintah inilah berbagai diplomasi dan kerjasama dilakukan. Tujuan utama pembentukan PBB dalah untuk menjaga perdamaian dunia. Contoh organisasi antarpemerintah yang lain adalah ASEAN, organisasi  yang menaungi antar-pemerintah asia tenggara.  Dibentuk untuk menggalang kerjasama baik ekonomi, keamanan dan sebaginya untuk memajukan Asia Tenggara.

Organisasi non-pemerintah, kajiannya berbau non pemerintah, bisa dalam hal ekonomi, keagamaan, kelompok teroris, ekosistem dan sebagainya. Misalnya, Green Piece, sebuah organisasi yang mempunyai peranan dalam hal penyelamatan lingkungan hidup. Organisasi ini ada karena kebutuhan untuk menyelamatkan habitat-habitat hewan dan tumbuhan yang terancam, baik oleh manusia maupun bencana alam.

Ada pula gerakan keagamaan dalam hubungan internasional. Misalnya pengumuman dari gereja (katolik) pusat yang ada di vatican ke seluruh gereja (katolik) yang ada di seluruh dunia. Selain itu jama’ah yang akan melakukan ibadah haji di Masjidil haram, Saudi Arabia juga dianggap melakukan gerakan keagamaan.

Salah satu organisasi internasional yang juga sangat penting adalah perusahaan multinasional. Maksudnya perusahaan ini tidak hanya berada dalam satu negara saja, tetapi juga ada di negara lain. Perusahaan multinasional berperan penting dalam ekspor impor suatu negara. Perusahaan multinasional juga yang paling sering dalam penyusunan kebijakan luar negeri suatu negara. Contohnya, PT Djarum,  sebuah perusahaan multinasional yang menghasilkan barang rokok. Perusahaan ini (beserta perusahaan rokok lain) bisa mempengaruhi kebijakan luar negeri indonesia tentang ekspor rokok dan impor tembakau.

Etno-nasionalisme adalah kombinasi identitas etnis dan  nasional  baik  dalam beberapa cara untuk tujuan politik, biasanya untuk menyimpulkan keunggulan ataskelompok lain maupun kelompoknya sendiri. Hal ini bisa sangat berbahaya.etno-natinalisme juga termasuk dalam lingkup internasional. Sebuah kelompok etno-nasionalistidak harus memiliki (atau bahkan menginginkan) sebuah “tanah air” untuk diperjuangkan. Contohnya adalah Etno-nasionalisme bangsa Kurdi yang mendiami berbagai wilayah negara di timur tengah, diantaranya Irak, Iran, Turki dan Syria. Etno-nasionalis juga sering dikaitkan dengan kelompok teroris, teroris sendiri identik dengan pelanggaran hukum dan HAM. Hal ini dikarenakan, banyak teroris-teroris mengaku menjadi bagian dari kelompok etno-nasionalis tertentu yang memperjuangkan wilayah yang diklaim adalah wilayah mereka.

Individu-individu pun bisa menjadi aktor hubungan internasional. di zaman yang serba maju ini, individu telah mampu melakukan hubungan internasional, melalui internet khususnya. Internet menyajikan berbagai hal menarik lintas negara. Keberadaan social network pun mengakibatkan individu-individu semakin mudah berinteraksi. Contoh lain individu yang bisa memeriahkan hubungan internasional adalah seorang presiden. Seorang presiden, misalnya Obama, mempunyai dua sisi yang berbeda saat melakukan diplomasi dengan  negara lain, yaitu sebagai seorang individu dan disaat yang sama ia berperan sebagai presiden Amerika Serikat.

Dengan demikian, dapat disimpulakan bahwa aktor negara dan  aktor non-negara mempunyai peranan dan fungsi yang berbeda. Diantara keduanya memiliki kesinambungan dan mempunyai kemampuan untuk saling mempengaruhi.

C.   Peranan Komunikasi Dalam Menata Hubungan Internasional

Komunikasi adalah transmisi informasi, gagasan, emosi, keterampilan, dan sebagainya, dengan menggunakan simbol-simbol kata-kata, gambar, figur grafik, dan sebagainya. Tindakan atau proses transmisi itulah yang biasanya disebut komunikasi. ( Bernard Berelson dan Bary A,Stener).

Dalam kaitannya dengan hubungan internasional, komunikasi menjadi sebuah alat untuk melakukan interaksi antar negara. Hubungan internasional sendiri berarti “International Relations is the relationships between individuals and individuals, between individuals and groups, between groups and groups, between gropus and states, and between states and states” (Bary Buzan).

Dari pengertian di atas, dapat diketahui bahwa hubungan yang terjadi tidak dapat terlaksanan tanpa adanya komunikasi. Hal inilah yang menjadi dasar mengapa komunikasi berperan dalam menata hubungan internasional.

Dalam kaitannya dengan hubungan internasional, komunikasi yang digunakan adalah komunikasi internasional. Komunikasi internasional (International Communication) adalah komunikasi yang dilakukan oleh komunikator yang mewakili suatu negara untuk menyampaikan pesan-pesan yang berkaitan dengan kepentingan negaranya kepada komunikan yang mewakili negara lain.

Sebagai sebuah bidang kajian, Komunikasi Internasional memfokuskan perhatian pada keseluruhan proses melalui mana data dan informasi mengalir melalui batas-batas negara. Subjek yang ditelaah bukanlah sekedar arus itu sendiri, melainkan juga struktur arus yang terbentuk, aktor-aktor yang terlibat di dalamnya, sarana yang digunakan, efek yang ditimbulkan, serta motivasi yang mendasarinya.

Dilihat dari pelakunya, komunikasi internasional dapat dipandang sebagai terbagi antara:

  1. Official Transaction, yakni kegiatan komunikasi yang dijalankan pemerintah.
  2. Unofficial Transaction atau disebut juga interaksi transnasional, yakni kegiatan komunikasi yang melibatkan pihak non-pemerintah.

1.   Kriteria Komunikasi Internasional

Ada tiga kriteria yang membedakan komunikasi internasional dengan bentuk komuniksai lainnya:

  1. Jenis isu, pesannya bersifat global.
  2. Komunikator dan komunikannya berbeda kebangsaan.
  3. Saluran media yang digunakan bersifat internasional.

2.   Fungsi Komunikasi Internasional

  1. Mendinamisasikan hubungan internasioanl yang terjalin antara dua negara atau lebih serta hubungan di berbagai bidang antara kelompok-kelompok masyarakat yang berbeda negara/kebangsaan.
  2. Membantu/menunjang upaya-upaya pencapaian tujuan hubungan internasioanl dengan meningkatkan kerjasama internasional serta menghindari terjadinya konflik atau kesalahpahaman baik antara pemerintah dengan pemerintah maupun antar penduduk .
  3. Merupakan teknik untuk mendukung pelaksanaan politik luar negeri bagi masing-masing negara untuk memperjuangkan pencapaian kepentingan di negara lain. (brawijaya.ac.id).

D.   PENGERTIAN PENGARUH

Menurut Scott dan Mitchell pengaruh merupakan suatu transaksi social dimana seorang atau kelompok orang digerakan oleh seseorang atau sekelompok orang yang lainnya untuk melakukan kegiatan sesuai dengan harapan. Sumber-sumber pengaruh untuk perseorangan atau kelompok dalam organisasi terdapat pada status jabatan, system pengawasan atau balas jasa dan hukuman, pengawasan finansial (anggaran), pemilikan informasi dan penguasaan saluran komunikasi.

Seseorang bersedia menjalankan permintaan orang yang dapat mempengaruhinya secara efektif karena merasa dirinya puas kalau memang dapat melaksanakan apa yang diminta oleh orang berpengaruh tersebut. Motivasi seseorang dapat bersifat dari tercapainya hasil-hasil yang maksimum, diperolehnya imbalan material atau perasaan disukai atau diterima oleh orang lain. Jadi, seseorang menjadi secara otomatis menuruti apa yang diminta oleh orang yang berpengaruh tanpa mengharapkan imbalan atau pamrih.

 

E.   Pengaruh Hubungan Internasional Didunia dengan Indonesia

Ada yang melihat hubungan internasional sebagai sebuah proyek yang diusung oleh negara-negara adikuasa, sehingga bisa saja orang memiliki pandangan negatif atau curiga terhadapnyabentuknya yang paling mutakhir. Negara-negara yang kuat dan kaya praktis akan mengendalikan ekonomi dunia dan negara-negara kecil makin tidak berdaya karena tidak mampu bersaing. Sebab, hubungan internasional cenderung berpengaruh besar terhadap perekonomian dunia dan negara yang bersangkutan, bahkan berpengaruh terhadap bidang-bidang lain seperti budaya dan agama.
1.   Pengaruh Positif Hubungan Internasoinal (Globalisasi) di Indonesia:

  1. Dilihat dari globalisasi politik, pemerintahan dijalankan secara terbuka dan demokratis. Karena pemerintahan adalah bagian dari suatu negara, jika pemerintahan djalankan secara jujur, bersih dan dinamis tentunya akan mendapat tanggapan positif dari rakyat. Tanggapan positif tersebut berupa rasa nasionalisme terhadap negara menjadi meningkat.
  2. Dari aspek globalisasi ekonomi, terbukanya pasar internasional, meningkatkan kesempatan kerja dan meningkatkan devisa negara. Dengan adanya hal tersebut akan meningkatkan kehidupan ekonomi bangsa yang menunjang kehidupan nasional bangsa.
  3. Dari globalisasi sosial budaya kita dapat meniru pola berpikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin dan Iptek dari bangsa lain yang sudah maju untuk meningkatkan kemajuan bangsa yang pada akhirnya memajukan bangsa dan akan mempertebal rasa nasionalisme kita terhadap bangsa.

2.   Pengaruh Negative Hubungan Internasoinal (globalisasi) di Indonesia:

  1. Globalisasi mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran. Sehingga tidak menutup kemungkinan berubah arah dari ideologi Pancasila ke ideologi liberalisme. Jika hal itu terjadi akibatnya rasa nasionalisme bangsa hilang
  2. Dari globalisasi aspek ekonomi, hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri (seperti Mc Donald, Coca Cola, Pizza Hut,dll.) membanjiri di Indonesia. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia.
  3. Mayarakat kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat yang oleh masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat.
  4. Mengakibatkan adanya kesenjangan sosial yang tajam antara yang kaya dan miskin, karena adanya persaingan bebas dalam globalisasi ekonomi. Hal tersebut dapat menimbulkan pertentangan antara yang kaya dan miskin yang dapat mengganggu kehidupan nasional bangsa.
  5. Munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian antarperilaku sesama warga. Dengan adanya individualisme maka orang tidak akan peduli dengan kehidupan bangsa.

F.   Pengertian Kerjasama

Yang dimaksud dengan kerjasama adalah pekerjaan yang biasa dikerjakan oleh individu tapi dikerjakan secara bersamaa oleh dua orang atau lebih dengan tujuan agar pekerjaan tersebut menjadi lebih ringan.

Wujud dari kerjasama bisa merupakan kerja kelompok ataupun kerja yang mencakup skala luas misalnya kerjasama antar negara (kerjasama internasional) dengan menerapkan konsep kerjasama maka kita akan mendapatkan kemudahan dalam menyelesaikan pekerjaan yang berat atau membutuhkan kekuatan kelompok.

G.   Pengertian Kerja Sama Antarnegara

Setiap negara tidak dapat berdiri sendiri. Mereka harus bekerja sama dengan negara lain. Coba perhatikan barang-barang yang ada di lingkungan sekitar kalian atau di rumah tempat tinggal kalian! Barang-barang seperti hand phone, sepeda motor, mobil, televisi, kulkas, dan sebagainya. Apakah semua itu diproduksi oleh Indonesia? Tentu saja tidak. Barang-barang tersebut ada yang diproduksi oleh negara lain. Keberadaan barang-barang tersebut berkat adanya kerja sama antarnegara. Selain berupa barang, pinjaman-pinjaman yang diperoleh dari luar negeri juga sebagai wujud hasil kerja sama ekonomi antarnegara. Dengan demikian, apakah yang dimaksud kerja sama ekonomi internasional? Istilah kerja sama ekonomi internasional tidak sama dengan perdagangan internasional. Kerja sama ekonomi internasional mempunyai cakupan yang lebih luas daripada perdagangan internasional. Dengan demikian kerja sama ekonomi internasional adalah hubungan antara suatu negara dengan negara lainnya dalam bidang ekonomi melalui kesepakatan-kesepakatan tertentu, dengan memegang prinsip keadilan dan saling menguntungkan.

Berdasarkan pengertian kerja sama, maka setiap negara yang mengadakan kerja sama dengan negara lain pasti mempunyai tujuan. Berikut ini tujuan kerja sama antarnegara.

a.   Mengisi kekurangan di bidang ekonomi bagi masing-masing negara yang mengadakan kerja sama.

b.   Meningkatkan perekonomian negara-negara yang mengadakan kerja sama di berbagai bidang.

c.   Meningkatkan taraf hidup manusia, kesejahteraan, dan kemakmuran dunia.

d.   Memperluas hubungan dan mempererat persahabatan.

e.   Meningkatkan devisa negara.

H.   Faktor-Faktor Penyebab Kerja Sama Antarnegar Antarnegara

Setiap kerja sama yang dilakukan oleh suatu negara dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor yang memengaruhi dapat didasarkan pada perbedaan dan persamaan yang dimiliki antarnegara.

a.   Kerja Sama Antarnegara Akibat Adanya Perbedaan

      Berikut ini perbedaan-perbedaan yang mendorong kerja sama antarnegara.

1)   Perbedaan sumber daya alam

Sumber daya alam yang dimiliki oleh setiap negara berbeda-beda baik dari segi jenis dan jumlahnya. Ada negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah, namun ada juga negara yang memiliki sedikit sumber daya alam. Contohnya Indonesia kaya akan sumber daya alam berupa bahan baku, namun negara Arab Saudi sedikit menghasilkan bahan baku untuk industri, padahal kebutuhan mereka akan bahan baku sangat besar. Dengan demikian negara-negara yang sedikit menghasilkan bahan baku akan melakukan kerja sama dengan negara yang kaya akan bahan baku industri, dengan tujuan agar kebutuhan bahan baku dapat terpenuhi.

2)   Perbedaan iklim dan kesuburan tanah

Perbedaan iklim dan kesuburan tanah antara satu negara dengan negara lain akan menyebabkan perbedaan jenis tanaman. Misalnya Indonesia dan beberapa negara lainnya yang beriklim tropis, curah hujan yang tinggi, dan lahan yang subur akan menghasilkan padi, kopi, teh, karet, dan sebagainya. Sedangkan negara-negara seperti di Eropa yang beriklim sedang tidak cocok untuk jenis tanaman tersebut, sehingga mereka harus memperolehnya dari negara-negara tropis.

3)   Perbedaan ilmu pengetahuan dan teknologi

Kemampuan dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta keterampilan antara satu negara dengan negara lain tidak sama. Negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, Eropa Barat, dan Jerman memiliki kemampuan dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dibandingkan negara-negara berkembang seperti di Afrika dan sebagian Asia. Adanya perbedaan tersebut, negara-negara berkembang dapat melakukan kerja sama dengan negara-negara maju. Dengan demikian negara-negara berkembang dapat meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologinya.

4)   Perbedaan ideologi

Perbedaan ideologi antarsuatu wilayah negara dengan negara lain dapat memicu konflik antarnegara bahkan menjadi konflik internasional. Untuk meredakan konflik atau ketegangan perlu adanya kerja sama, sehingga tidak memperbesar konflik yang telah ada. Misalnya negara seperti Hongkong yang memisahkan diri dengan RRC yang berideologi komunis, memerlukan kerja sama dalam bidang politik dengan negara yang berideologi liberal seperti Amerika Serikat. Hal ini perlu dilakukan agar masalah-masalah yang timbul dapat diselesaikan di meja perundingan.

b.   Kerja Sama Antarnegara Akibat Adanya Kesamaan

Berikut ini beberapa kesamaan yang mendorong kerja sama antarnegara.

1)   Kesamaan sumber daya alam

Kesamaan sumber daya alam antara beberapa negara dapat mendorong terbentuknya kerja sama antarnegara. Misalnya beberapa negara penghasil minyak bumi membentuk suatu kerja sama yang diberi nama OPEC (Organization of Petroleum Exporting Countries).

2)   Kesamaan keadaan wilayah (kondisi geografis)

Negara-negara yang terletak di suatu wilayah yang memiliki kondisi geografis yang sama sering mengadakan kerja sama untuk kepentingan wilayah dari masing-masing negara anggotanya. Misalnya negara-negara yang terletak di wilayah Asia Tenggara membentuk kerja sama melalui organisasi ASEAN, dan sebagainya.

3)   Kesamaan ideologi

Negara-negara yang mempunyai kesamaan ideologi dapat mendorong suatu negara melakukan kerja sama. Sebagai contoh NATO (North Atlantic Treaty Organization) adalah kerja sama negara-negara di Atlantik Utara yang berideologi liberal. Selain itu, negara-negara yang tidak memihak pada blok Barat ataupun blok Timur membentuk kerja sama dalam organisasi Nonblok.

4)   Kesamaan agama

Adanya persamaan agama juga dapat mendorong beberapa negara untuk bergabung dalam suatu organisasi. Misalnya OKI (Organisasi Konferensi Islam), yaitu kelompok organisasi negara-negara Islam. Mereka bergabung dalam OKI sebagai respon atas peristiwa pembakaran Masjid Al Aqsa di Yerusalem yang dilakukan oleh Israel.

Kerjasama internasional mempunyai tujuan sebagai berikut :

1.   Membebaskan bangsa-bangsa di dunia dari kemiskinan dan kelaparan

2.   Membebaskan bangsa-bangsa dari keterbelakangan di bidang ekonomi

3.   Memajukan perdagangan

4.   Mempercepat pertumbuhan ekonomi

5.   Meningkatkan kestabilan dalam bidang ekonomi, politik, sosial, budaya dan pertahanan keamanan.

6.   Memelihara ketertiban dan perdamaian dunia

7.   Meningkatkan dan memperat tali persahabatan antarbangsa di dunia.

I.    Bentuk-Bentuk Kerjasama Internasional

1.   Hubungan Bilateral & Multirateral Indonesia

a.   Pengertian Hubungan Bilateral

Hubungan bilateral yaitu bentuk hubungan kerjasama (diplomatis) antara satu Negara (NKRI) dengan Negara atau blok Negara lainnya, yang mana Negara-negara sahabat tersebut berada di benua yang berbeda. Misalnya kerjasama bilateral antara Indonesia dengan Negara-negara eropa (Belanda, Jerman, Perancis, dst), Amerika, Vatikan dan lainnya.

Hal tersebut mengacu kepada tujuan kepentingan nasional yang tertuang dalam Perpres No. 27/2005 mengenai Tiga Agenda Pembangunan Nasional guna mewujudkan masyarakat aman dan damai, adil dan demokratis, serta sejahtera. Hubungan tersebut dijalankan dalam kerangka politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif berdasarkan prinsip-prinsip saling menghormati (mutual respect) dan hubungan yang saling menguntungkan (mutually beneficial relationship) baik melalui pendekatan secara kelompok maupun bilateral (group and bilateral approach).

Pola hubungan tersebut dapat kita lihat pada implementasi hubungan antara Indonesia dengan Negara-negara Eropa Barat. Negara-negara Erbar (Eropa Barat) secara umum memiliki arti penting bagi Indonesia mengingat bahwa Erbar merupakan salah satu kekuatan utama politik dan ekonomi dunia saat ini. Dukungan Erbar terhadap integritas wilayah NKRI merupakan salah satu sasaran Polugri Indonesia akhir-akhir ini. Di bidang ekonomi, Erbar merupakan pasar ekspor dan sumber impor utama bagi Indonesia. Erbar juga merupakan sumber utama investasi asing di Indonesia, khususnya di bidang pertambangan dan industri kimia. Di samping itu, dengan kemampuan di bidang IPTEK dan pendidikan yang sangat advanced, Indonesia berkepentingan untuk memanfaatkan keunggulan-keunggulan tersebut dalam kerja samanya dengan Erbar.
Hubungan bilateral RI – Erbar selalu diupayakan peningkatannya dari waktu ke waktu melalui strategi Diplomasi Total, yang diwujudkan antara lain melalui (a) penyelenggaraan Forum Konsultasi Bilateral (FKB) dan Joint/Mixed Commission (baik dengan UE maupun negara-negara individu Erbar), (b) promosi perdagangan, investasi, dan pariwisata, dan (c) pemeliharaan kontak sosial-budaya melalui pertukaran misi-misi kebudayaan secara timbal-balik. Hubungan bilateral RI – Erbar dewasa ini diprioritaskan untuk bidang-bidang kerja sama yang terkait dengan penanganan isu-isu terorisme internasional, demokrasi, good governance, dan lingkungan hidup.

2.   Pengertian Hubungan Multirateral

Hubungan Multirateral yaitu hubungan Diplomatis antara Indonesia dengan Negara-negara lainnya di dunia. Contohnya yaitu bentuk kerjasama Indonesia dengan Negara-negara anggota PBB misalnya dalam organisasi IMF, WTO, WHO dst.
Implementasinya dapat kita lihat misalnya dalam keanggotaan Indonesia pada World Trade Organization (WTO).

 

Arti Penting Hubungan dan kerjasama Internasional :

 

Tidak satupun bangsa di dunia ini dapat membebaskan diri ketergantungan dengan bangsa dan negara lain.  Menurut Mochtar Kusumaatmaja hubungan dan kerjasama antar bangsa itu timbul karena adanya kebutuhan yang disebabkan oleh pembagian kekayaan alam dan perkembangan industri yang tidak merata di dunia.

Disamping itu hubungan antar bangsa penting disebabkan :

1.   Menciptakan hidup berdampingan secara damai.

2.   Mengembangka penyelesaian masalah secara damai dan diplomasi.

3.   Membangun solidaritas dan saling menghormati antar bangsa.

4.   Berpartisipasi dalam melaksanakan ketertiban dunia

5.   Menjamin kelangsungan hidup bangsa dan nrgara di tengah bangsa-bangsa lain

BAB III

PENUTUP

 

A.   KESIMPULAN

Hubungan Internasional adalah hubungan yang mencakup berbagai macam hubungan atau interaksi yang melintasi batasbatas wilayah negara dan melibatkan pelaku-pelaku yang berbeda kewarganegaraan, berkaitan dengan segala bentuk kegiatan manusia. Hubungan ini dapat berlangsung baik secara kelompok maupun secara perorangan dari suatu bangsa atau negara, yang melakukan interaksi baik secara resmi maupun tidak resmi dengan kelompok atau perorangan dari bangsa atau negara lain.

      Secara umum tujuan dari adanya kerjasama/hubungan internasional diantaranya, Membebaskan bangsa-bangsa di dunia dari kemiskinan dan kelaparan, Membebaskan bangsa-bangsa dari keterbelakangan di bidang ekonomi, Memajukan perdagangan, Mempercepat pertumbuhan ekonomi, Meningkatkan kestabilan dalam bidang ekonomi, politik, sosial, budaya dan pertahanan keamanan, Memelihara ketertiban dan perdamaian dunia, Meningkatkan dan memperat tali persahabatan antarbangsa di dunia.

Dalam hubungan internasional aktor negara dan  aktor non-negara mempunyai peranan dan fungsi yang berbeda. Diantara keduanya memiliki kesinambungan dan mempunyai kemampuan untuk saling mempengaruhi.

B.   SARAN

-     Hubungan internasional merupakan sesuatu yang mendasar dalam kehidupan global disebabkan mempunyai tujuan yang sangat baik dalam kehidupan bernegara, olehnya itu setiap negara hendaknya senantiasa menjaga dan memelihara hubungan antara negara yang telah terbina selama ini agar tidak terjadi konflik antar negara, demi terciptanya kehidupan yang  harmonis, aman. damai, dalam lingkungan global.

 

 

     

 

DAFTAR ISI

Minix, Dean dan Hawley, Sandra M. 1998. Global Politics. West/Wadsworth, chap. 3-4

Goldstein, Joshua S. 2005. International Relations. Pearson/Longman.

Perwita, Anak A.B. dan Yanyan M. Yani. 2005. Pengantar Ilmu Hubungan Internasional. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: